HALAMAN PENGESAHAN
Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Karya Tulis
Sekolah Menengah Pertama Islam Plus Az-Zahra
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat
Guna Memperoleh Ijazah Kelulusan Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama Islam Plus Az-Zahra
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat
Guna Memperoleh Ijazah Kelulusan Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Pada Tanggal
14 Januari 2016
Mengesahkan,
Kepala SMP Islam Plus Az-Zahra
Kepala SMP Islam Plus Az-Zahra
Triyoga Haji Kartika, S.Pd
Dewan Penguji
Tanda Tangan
1. Renny Ariany S.Ag ______________
2. Nely Lesmanawati, S.Pd. ______________
3. Bondan Hindarto, S.Pd. ______________
HALAMAN PERSEMBAHAN
Syukur Alhamdullilah kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya
sehingga karya sederhana ini dapat terselesaikan. Terima kasih untuk segala
cinta, perhatian, doa dan dukungan dari orang-orang terdekat di hati:
Ayahanda Muhammad Ferry Alie
Ridjal dan Ibunda Laelawati
Atas segala cinta, kasih sayang, dukungan dan bantuan
yang ayah dan bunda
berikan selama ini yang tidak ada lelahnya dalam membantu
dalam pembuatan karya tulis ini
Agung Gufron Alie Ridjal dan
Putri Fauziah Aliyati
Atas segala kasih sayang, dukungan, dan bantuan dalam
mengerjakan karya tulis ini sehingga dapat terselesaikan
HALAMAN
MOTTO
(Albert Einstein)
“Pengetahuan diperoleh dengan belajar,kepercayaan
dengan keraguan,keahlian dengan berlatih,dan cinta dengan mencintai“ (Thomas
Szasz)
“Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri.Misteri adalah sumber
semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan”
(Albert Einstein)
“Riwayat belajar itu semacam paspor
persyaratan,paspor untuk masa depan”
(Nae Yamase – Blossoms Fall)
“SEMAKIN BANYAK USAHA,SEMAKIN BAIK HASILNYA”
(virly fadilah)
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga karya
tulis ini dapat diselesaikan.Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih
banyak kekurangan maka untuk itu penulis membuka diri untuk menerima saran dan
kritik yang membangun guna lebih sempurna dan menarik karya ilmiah yang
sederhana ini.
Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini dapat terselesaikan karena bantuan dari
berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu
dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
kepada :
1.
Agung Tjahyono, S.Psi selaku Kepala
Divisi Pengembangan Pendidikan Yayasan Az-Zahra Pondok Petir.
2.
Triyoga Haji Kartika, S.Pd selaku Kepala
SMPIP Az-Zahra Pondok Petir.
3.
Renny Ariany, S.Ag selaku pembimbing utama yang telah meluangkan waktu, tenaga,
pikiran dan dukungan moral dalam penyelesaian karya tulis ini.
4.
Dan teman-teman yang tidak bisa penulis
sebutkan satu per satu atas dukungan material, do’a dan kesetiakawanannya.
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ....................................................................................i
HALAMAN
PENGESAHAN......................................................................ii
HALAMAN
PERSEMBAHAN...................................................................iii
HALAMAN
MOTTO...................................................................................iv
KATA
PENGANTAR....................................................................................v
DAFTAR
ISI..................................................................................................vi
DAFTAR
GAMBAR.....................................................................................vii
ABSTRAK.....................................................................................................viii
BAB
I PENDAHULUAN...............................................................................1
A.
Latar Belakang..............................................................................1
B.
Tujuan Penulisan..........................................................................1
C.
Manfaat Penulisan........................................................................2
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................3
A.
Sejarah Platipus............................................................................3
B.
Klasifikasi Platipus......................................................................4
C.
Bagian-Bagian Tubuh Platipus....................................................5
D.
Ekologi dan Habitat.....................................................................6
BAB
III PEMBAHASAN..............................................................................8
A.
Keunikan Hewan Mamalia
Platipus.............................................8
BAB
IV PENUTUP........................................................................................14
A.
Kesimpulan....................................................................................14
B.
Saran..............................................................................................14
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................16
ABSTRAK
Karya
Tulis, Depok November 2015
Virly
Fadilah Aliyati
Keunikan Hewan Mamalia Platipus
viii+16
halaman,7 gambar
Penulisan ini
bertujuan untuk mengenalkan platipus karena kurangnya penelitian mengenai
platipus dan habitat aslinya yang hanya bisa ditemukan di Australia menyebabkan
kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai platipus.
Subjek dalam
penulisan ini adalah Platipus ,platipus adalah
hewan semi-akuatik yang sering ditemui di bagian timur benua Australia.Walaupun
platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelas mamalia, karena ia menyusui
anaknya.Platipus juga sering dipanggil duck-billed
platypus atau platipus berparuh bebek karena bentuk paruhnya yang
menyerupai bebek.
Hasil dari
penulisan ini adalah platipus memiliki banyak keunikan bahkan sejak awal
ditemukan, platipus diduga sebagai khayalan saja.Sampai akhirnya dibuktikan
bahwa platipus adalah hewan asli dan memiliki bayak keunikan yang sangat
membingungkan dunia ilmu pengetahuan.
Kata kunci : platipus, keunikan, mamalia.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
“The World’s Strangest Animal”
itulah julukan yang diberikan kepada hewan yang unik dan aneh ini. Banyak orang
yang tidak tahu adanya hewan mamalia ini atau hanya menganggapnya sebagai mitos
dan khayalan belaka.
Platipus
adalah hewan semi-akuatik yang sering ditemui di bagian timur benua Australia. Walaupun
platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelas mamalia, karena ia menyusui anaknya.
Platipus juga sering dipanggil “duck-billed
platypus” atau platipus berparuh bebek karena bentuk paruhnya yang
menyerupai bebek.
Karena platipus adalah hewan yang sangat menarik
dan memiliki banyak keunikan yang bisa dibilang sangat aneh. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk merumuskan judul “Keunikan Hewan Mamalia Platipus”
sebagai judul karya tulis.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini
adalah untuk mengetahui keunikan-keunikan platipus.
C. Manfaat Penulisan
Manfaat Penulisan secara teoritis:
1.
Menjadi inspirasi bagi penulis yang
berkaitan dengan platipus, terutama dalam keunikan dari platipus itu sendiri.
2.
Menjadi dasar teori dan memberikan
sumbangan teori bagi masyarakat umum,9 terutama yang ingin mengetahui mengenai
platipus.
Manfaat secara praktis:
1. Memberikan
informasi secara mendalam tentang keunikan platipus.
2.
Memberikan gambaran tentang keunikan
platipus.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Sejarah Platipus
Platipus
termasuk binatang yang aneh dari kerajaan Animalia. Binatang ini termasuk
mamalia. Mayoritas mamalia berkembang biak dengan beranak seperti anjing,
kucing, beruang, dan sebagainya. Platipus sedikit berbeda karena platipus berkembang
biak dengan cara bertelur tetapi menyusui anaknya. Platipus memiliki paruh seperti
bebek dan kaki berselaput. Seperti halnya kangguru dan koala, platipus menjadi
simbol fauna Australia dan dapat ditemui di koin 20 sen Australia.
Menurut legenda
Aborigin Dreamtime, platipus pertama lahir dari bebek betina muda yang dikawinkan
dengan tikus
air berwarna coklat, legenda ini muncul
karena bentuk platipus yang memiliki kaki seperti bebek dan bulu coklat
seperti tikus air.
Catatan awal
ilmuwan Eropa berdasarkan dari cerita masyarakat dan hasil penelitian mereka
menyatakan bahwa platipus adalah hewan mamalia yang bertelur tetapi menyusui
dan memiliki senjata berbisa yang terdapat di cakar belakang kakinya yang
tersembunyi.
Nama-nama
tradisional untuk spesies platipus ini adalah: mallangong dan tambreet
di New South Wales. Di antara orang-orang Wurundjeri (penduduk
Victoria) menamai platipus dengan Dulaiwarrung.
Koloni Inggris
di Australia didirikan pada tahun 1788, penampilan aneh dari platipus mempesona
pendatang baru. Koloni Inggris ini menyebut platipus dengan Water mole atau
paruh bebek.
Platipus ini
pertama kali dijelaskan secara ilmiah oleh Dr. George Shaw di Inggris pada
tahun 1799. Reaksi orang-orang terhadap presentasi Dr. Geoge Shaw tentang spesies
platipus ini adalah pernyataan bahwa ini
tipuan yang rumit.
Dr. Shaw menamai
spesies Platipus anatinus diambil dari
kata-kata Yunani dan Latin masing-masing berarti kaki datar dan bebek. Seorang
ilmuwan Jerman bernama Blumenbach independen mengusulkan nama ilmiah yang
berbeda di tahun berikutnya, Ornithorhynchus
paradoksus, dengan kata pertama yang berarti paruh burung dan makna kedua yang
membingungkan.
B. Klasifikasi Platipus
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Monotremata
Famili : Ornithorhynchidae
Genus : Ornithorhynchus
Spesies : Anatinus
C. Bagian-Bagian Tubuh Platipus
Temperatur
tubuh platipus kira-kira 32
C. Temperatur ini lebih
rendah dari kebanyakan mamalia (sekitar 38
C). Tubuh platipus
ditutupi bulu berwarna coklat yang menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Kaki platipus
berselaput seperti bebek. Platipus juga memiliki paruh seperti bebek. Paruh ini
digunakan sebagai organ sensor.
Berat
platipus berkisar antara di bawah 1 kg sampai dengan lebih dari 2 kg. Panjang
tubuhnya sekitar 30–40 cm dan panjang ekornya sekitar 10–15 cm (jantan) dan
8–13 cm (betina). Platipus jantan tiga kali lipat lebih besar daripada betinanya.Platipus
juga adalah hewan berbisa. Bisa ini digunakan dalam pertarungan perebutan
wilayah atau pertempuran antar teman.
D. Ekologi dan Habitat
Platipus
adalah hewan malam dan semi-akuatik. Platipus adalah perenang yang baik dan
menghabiskan banyak waktunya di dalam air untuk mencari makanan. Ketika
berenang, platipus menutup matanya rapat-rapat dan menyerahkan sisanya kepada
indra lainnya. Keempat kaki platipus berselaput. Ketika ia berenang, ia
mengayuh dengan menggunakan kedua ekornya dan kedua kaki belakangnya. Platipus
memakan cacing, larva serangga, dan yabbie
(lobster air tawar) yang digalinya atau ia tangkap pada saat berenang.
Platipus
hidup di dataran rendah hutan hujan tropis dan dataran tinggi dari Northen
Queensland. Platipus membuat sarang di celah-celah berbatu di bawah akar
tumbuhan dekat sungai.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Keunikan Hewan Mamalia Platipus
1. Paruh dengan Electroreception
Dunia
ilmu pengetahuan semakin bingung dengan kemampuan platipus yang tidak biasa
saat berburu mangsa di perairan dalam
tanpa menggunakan penglihatan, suara, atau bau. Pada tahun 1802, Sir Everard
Home adalah orang pertama yang menjelaskan
rincian fisiologi monotreme. Hal ini diamati bagian akhir abad ke-20, ketika
ditemukan kembali bahwa platypus mempunyai paruh yang luar biasa karena
terdapat organ mechano dan elektro sensorik halus yang teratur.
Electroreception
memberikan navigasi yang akurat kepada platipus walaupun pada daerah yang
cahayanya terbatas, karena adanya pori-pori pada kulit paruh platipus yang menunjukkan kesamaan morfologi dengan Electroreceptors
Ampullary pada ikan listrik. Electroreceptors Ampullary memungkinkan
respon terhadap sinyal-sinyal listrik frekuensi rendah yang dihasilkan oleh
saraf hewan, hati, dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa fungsi paruh
platipus bekerja dengan cara yang sama.
2. Tidak Mempunyai Perut
Perut
adalah tempat proses pencernaan terjadi. Kelenjar pada organ ini mensekresikan
enzim yang dikenal sebagai pepsin, yang memecah protein, dan asam kuat yang
melembutkan makanan dan membantu enzim bekerja.
Anehnya,
kelenjar lambung yang mendefinisikan perut hilang di sejumlah vertebrata
berahang yang ditemukan pada tahun 1805,
ahli zoologi Perancis Georges Cuvier menemukan bahwa hilangnya kelenjar lambung
banyak terjadi pada jenis teleosts (sejenis ikan ray-bersirip), atau
kelompok hidup terbesar ikan, seperti keluarga ikan mas. Sekitar 200 tahun
terakhir penelitian menunjukkan bahwa sampai 27 persen, dari semua spesies teleost
mungkin tidak mempunyai perut. Ikan bukan satu-satunya makhluk yang
bisa kehilangan perut. Semua monogram, atau bertelur mamalia seperti platipus,
juga kehilangan perut mereka selama evolusi.
Para
ilmuwan bertanya-tanya alasan hewan-hewan tersebut kehilangan perut. Selain
itu, para peneliti juga ingin mengetahui kemungkinan hewan ini menumbuhkan kembali
perut mereka satu hari. Karena banyak hewan sekarang memiliki genom mereka,
peneliti menyelidiki 14 spesies yang tidak memilik perut untuk melihat apa gen mereka
semua mungkin hilang. Para ilmuwan menemukan bahwa dalam 14 spesies yang
diperiksa, kehilangan perut itu jelas terkait dengan hilangnya gen.
Para
peneliti mencatat hilangnya gen ini menunjukkan penumbuhan kembali perut di spesies
ini sangat tidak mungkin. Meskipun spesies ini dapat mengembangkan kembali
sifat kompleksnya.
3. Kaki yang Berselaput
Kaki platipus
pendek dan setiap jarinya memiliki lima cakar. Terdapat selaput pada kaki depan
membuat mereka mahir berenang. Kaki belakang, yang hanya sebagian berselaput,
berperan sebagai kemudi atau penentu arah saat berenang. Ketika keluar dari air,platypus
akan melipat selaput di bawah kakinya, untuk mencegah kerusakan dan mengeluarkan kuku kakinya yang runcing, yang
cocok untuk menggali.
Kaki berselaput seperti
bebek inilah yang menjadi asal-usul nama dari platypus.karena arti nama dari
platypus adalah kaki datar bebek.
4. Memiliki Taji yang Mematikan
Platipus jantan
dewasa memiliki taji yang tersembunyi di pergelangan kaki belakangnya, yang memiliki
panjang sekitar 1,5 cm dan langsung terhubung ke kelenjar penghasil racun.
Racun yang
dihasilkan kelenjar tersebut mengandung protein dan peptida. Setelah
diteliti,ternyata salah satu protein racun platipus yang telah diidentifikasi dari sel-sel darah merah
dari manusia yang terkena racun platipus, ini adalah enzim fosfolipase D,
yang dapat ditemukan di beberapa ular, termasuk Australia Tiger Snake, tapi
tidak ada mamalia lainnya. Hal ini sangat menunjukkan hubungan evolusi antara
platipus dan reptil.
Racun ini cukup
ampuh untuk membunuh anjing, tetapi jika manusia hanya menyebabkan sakit dan
pembengkakan. Rasa sakit racun platipus di manusia dapat bertahan setidaknya 36
jam dan anggota badan mungkin membengkak dan ruam yang dapat berlangsung selama
beberapa bulan.
Platipus
menggunakan racunnya untuk mempertahankan diri dari predator dan menarik
perhatian platipus betina pada musim kawin.
5. Tidak Mempunyai Puting
Seperti semua
mamalia, platipus menyusui untuk anak-anaknya. Namun, platipus tidak memiliki puting sama sekali. Platipus betina
menghasilkan susu, tapi kelenjar susu mereka tidak menonjol sebagai puting. Sebaliknya,
areola (kulit berwarna gelap yang mengelilingi puting payudara) bertindak
sebagai tempat keluarnya susu yang mengeluarkan susu seperti kulit yang mengeluarkan
keringat. Platipus yang masih bayi dapat langsung meminum susu dari areola
ibunya.
6. Darah yang Tidak Normal
Pada tahun 1999,
Connolly telah menemukan bahwa dalam darah platipus mengandung kadar Vitamin D
dan A, yang berada jauh di bawah kisaran normal daripada hewan mamalia lain. Hal
ini terjadi karena platipus menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah air
atau dalam lubang (sarang).
Dibandingkan
dengan hewan lain, platipus memiliki volume sel darah merah, eritrosit, dan konsentrasi hemoglobin dan leukosit dalam jumlah yang lebih tinggi.
7. Ekor Datar Seperti Berang-berang
Saat platipus terkejut, ia akan
mengepakkan ekornya di air untuk membuat suara peringatan dan menyelam dengan
cepat menggunakan ekornya, seperti kebiasaan berang-berang.
Fungsi utama dari ekor platipus
adalah untuk menyimpan 50% dari lemak tubuh platipus, sebagai cadangan energi
jika platipus tidak menemukan makanan. Platipus betina juga dapat menggunakan
ekornya untuk mengumpulkan daun untuk membuat sarang.
http://ipfactly.com/12-duck-billed-platypus-facts/
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pembahasan sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan, yaitu:
1.
Platipus dijuluki “The World’s
Strangest Animal” yang berarti hewan teraneh di dunia.Karena Platipus mempunyai
berbagai keunikan yaitu: paruh dengan electroreception,
tidak mempunyai perut, kaki yang berselaput, memiliki
taji yang mematikan, tidak mempunyai puting, dan memiliki ekor datar seperti berang-berang.
2.
Platipus dijelaskan secara ilmiah oleh Dr.
George Shaw pada tahun 1799 yang akhirnya platipus diakui keberadaanya, karena
beberapa sebab keunikannya telah terungkap secara ilmiah.
B. Saran
Berdasarkan
kesimpulan yang dikaitkan dari pembahasan bab-bab sebelumnya, penulis mencoba
memberikan beberapa saran yang mungkin dapat berguna bagi para pembaca karya
tulis ini:
1.
Diharapkan para pembaca lebih mengenal
dan melestarikan platipus.
2.
Untuk peneliti-peneliti sejenis, diharapkan
melakukan penelitian lebih mendalam berkaitan dengan platipus.
DAFTAR PUSTAKA