Kamis, 24 Maret 2016

Karya Tulis



HALAMAN PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Karya Tulis
Sekolah Menengah Pertama Islam Plus Az-Zahra
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat
Guna Memperoleh Ijazah Kelulusan Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Pada Tanggal
14 Januari 2016

Mengesahkan,
Kepala SMP Islam Plus Az-Zahra

                                                                                             
Triyoga Haji Kartika, S.Pd
    

Dewan Penguji                                                                 Tanda Tangan

1.   Renny Ariany  S.Ag                                                  ______________
2.   Nely Lesmanawati, S.Pd.                                          ______________
3.   Bondan Hindarto, S.Pd.                                             ______________
HALAMAN PERSEMBAHAN

Syukur Alhamdullilah kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga karya sederhana ini dapat terselesaikan. Terima kasih untuk segala cinta, perhatian, doa dan dukungan dari orang-orang terdekat di hati:


Ayahanda Muhammad Ferry Alie Ridjal dan Ibunda Laelawati
Atas segala cinta, kasih sayang, dukungan dan bantuan yang ayah dan bunda
berikan selama ini yang tidak ada lelahnya dalam membantu dalam pembuatan karya tulis ini


Agung Gufron Alie Ridjal dan Putri Fauziah Aliyati
Atas segala kasih sayang, dukungan, dan bantuan dalam mengerjakan karya tulis ini sehingga dapat terselesaikan







HALAMAN MOTTO

“Tugas sains antara lain adalah untuk menemukan keindahan alam”
 (Albert Einstein)

“Pengetahuan diperoleh dengan belajar,kepercayaan dengan keraguan,keahlian dengan berlatih,dan cinta dengan mencintai“ (Thomas Szasz)

“Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri.Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan”
(Albert Einstein)

“Riwayat belajar itu semacam paspor persyaratan,paspor untuk masa depan”
(Nae Yamase – Blossoms Fall)

“SEMAKIN BANYAK USAHA,SEMAKIN BAIK HASILNYA”
(virly fadilah)



KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan.Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyak kekurangan maka untuk itu penulis membuka diri untuk menerima saran dan kritik yang membangun guna lebih sempurna dan menarik karya ilmiah yang sederhana ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini dapat terselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada :
1.             Agung Tjahyono, S.Psi selaku Kepala Divisi Pengembangan Pendidikan Yayasan Az-Zahra Pondok Petir.
2.             Triyoga Haji Kartika, S.Pd selaku Kepala SMPIP Az-Zahra Pondok Petir.
3.             Renny Ariany, S.Ag selaku pembimbing utama yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dukungan moral dalam penyelesaian karya tulis ini.
4.             Dan teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu atas dukungan material, do’a dan kesetiakawanannya.




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................ii
HALAMAN PERSEMBAHAN...................................................................iii
HALAMAN MOTTO...................................................................................iv
KATA PENGANTAR....................................................................................v
DAFTAR ISI..................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................vii       
ABSTRAK.....................................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A.           Latar Belakang..............................................................................1
B.            Tujuan Penulisan..........................................................................1
C.            Manfaat Penulisan........................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................3
A.           Sejarah Platipus............................................................................3
B.            Klasifikasi Platipus......................................................................4
C.            Bagian-Bagian Tubuh Platipus....................................................5
D.           Ekologi dan Habitat.....................................................................6
BAB III PEMBAHASAN..............................................................................8
A.           Keunikan Hewan Mamalia Platipus.............................................8
BAB IV PENUTUP........................................................................................14
A.         Kesimpulan....................................................................................14
B.          Saran..............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................16




ABSTRAK


Karya Tulis, Depok November 2015
Virly Fadilah Aliyati

Keunikan Hewan Mamalia Platipus
viii+16 halaman,7 gambar

Penulisan ini bertujuan untuk mengenalkan platipus karena kurangnya penelitian mengenai platipus dan habitat aslinya yang hanya bisa ditemukan di Australia menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai platipus.
Subjek dalam penulisan ini adalah  Platipus ,platipus adalah hewan semi-akuatik yang sering ditemui di bagian timur benua Australia.Walaupun platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelas mamalia, karena ia menyusui anaknya.Platipus juga sering dipanggil duck-billed platypus atau platipus berparuh bebek karena bentuk paruhnya yang menyerupai bebek.
Hasil dari penulisan ini adalah platipus memiliki banyak keunikan bahkan sejak awal ditemukan, platipus diduga sebagai khayalan saja.Sampai akhirnya dibuktikan bahwa platipus adalah hewan asli dan memiliki bayak keunikan yang sangat membingungkan dunia ilmu pengetahuan.
      
Kata kunci : platipus, keunikan, mamalia.






BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
                  “The World’s Strangest Animal” itulah julukan yang diberikan kepada hewan yang unik dan aneh ini. Banyak orang yang tidak tahu adanya hewan mamalia ini atau hanya menganggapnya sebagai mitos dan khayalan belaka.
                 Platipus adalah hewan semi-akuatik yang sering ditemui di bagian timur benua Australia. Walaupun platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelas mamalia, karena ia menyusui anaknya. Platipus juga sering dipanggil “duck-billed platypus” atau platipus berparuh bebek karena bentuk paruhnya yang menyerupai bebek.
                  Karena platipus adalah hewan yang sangat menarik dan memiliki banyak keunikan yang bisa dibilang sangat aneh. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk merumuskan judul “Keunikan Hewan Mamalia Platipus” sebagai judul karya tulis.

B.       Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui keunikan-keunikan platipus.



C.      Manfaat  Penulisan
Manfaat Penulisan secara teoritis:
1.    Menjadi inspirasi bagi penulis yang berkaitan dengan platipus, terutama dalam keunikan dari platipus itu sendiri.
2.    Menjadi dasar teori dan memberikan sumbangan teori bagi masyarakat umum,9 terutama yang ingin mengetahui mengenai platipus.
Manfaat secara praktis:
1.    Memberikan informasi secara mendalam tentang keunikan platipus.
2.    Memberikan gambaran tentang keunikan platipus.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.      Sejarah Platipus
Platipus termasuk binatang yang aneh dari kerajaan Animalia. Binatang ini termasuk mamalia. Mayoritas mamalia berkembang biak dengan beranak seperti anjing, kucing, beruang, dan sebagainya. Platipus sedikit berbeda karena platipus berkembang biak dengan cara bertelur tetapi menyusui anaknya. Platipus memiliki paruh seperti bebek dan kaki berselaput. Seperti halnya kangguru dan koala, platipus menjadi simbol fauna Australia dan dapat ditemui di koin 20 sen Australia.
Menurut legenda Aborigin Dreamtime, platipus pertama lahir dari bebek betina muda yang dikawinkan dengan tikus air berwarna coklat, legenda ini muncul  karena bentuk platipus yang memiliki kaki seperti bebek dan bulu coklat seperti tikus air.
Catatan awal ilmuwan Eropa berdasarkan dari cerita masyarakat dan hasil penelitian mereka menyatakan bahwa platipus adalah hewan mamalia yang bertelur tetapi menyusui dan memiliki senjata berbisa yang terdapat di cakar belakang kakinya yang tersembunyi.
Nama-nama tradisional untuk spesies platipus ini adalah: mallangong dan tambreet di New South Wales. Di antara orang-orang Wurundjeri (penduduk Victoria) menamai  platipus dengan Dulaiwarrung.
Koloni Inggris di Australia didirikan pada tahun 1788, penampilan aneh dari platipus mempesona pendatang baru. Koloni Inggris ini menyebut platipus dengan Water mole atau paruh bebek.
Platipus ini pertama kali dijelaskan secara ilmiah oleh Dr. George Shaw di Inggris pada tahun 1799. Reaksi orang-orang terhadap presentasi Dr. Geoge Shaw tentang spesies platipus ini adalah  pernyataan bahwa ini tipuan yang rumit.
Dr. Shaw menamai spesies Platipus anatinus diambil dari kata-kata Yunani dan Latin masing-masing berarti kaki datar dan bebek. Seorang ilmuwan Jerman bernama Blumenbach independen mengusulkan nama ilmiah yang berbeda di tahun berikutnya, Ornithorhynchus paradoksus, dengan kata pertama yang berarti paruh burung dan makna kedua yang membingungkan.

B.       Klasifikasi Platipus
Filum          : Chordata
Kelas           : Mammalia
Ordo            : Monotremata
Famili          : Ornithorhynchidae
Genus          : Ornithorhynchus
Spesies       : Anatinus
C.      Bagian-Bagian Tubuh Platipus
                 Temperatur tubuh platipus kira-kira 32C. Temperatur ini lebih rendah dari kebanyakan mamalia (sekitar 38C). Tubuh platipus ditutupi bulu berwarna coklat yang menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Kaki platipus berselaput seperti bebek. Platipus juga memiliki paruh seperti bebek. Paruh ini digunakan sebagai organ sensor.
                 Berat platipus berkisar antara di bawah 1 kg sampai dengan lebih dari 2 kg. Panjang tubuhnya sekitar 30–40 cm dan panjang ekornya sekitar 10–15 cm (jantan) dan 8–13 cm (betina). Platipus jantan tiga kali lipat lebih besar daripada betinanya.Platipus juga adalah hewan berbisa. Bisa ini digunakan dalam pertarungan perebutan wilayah atau pertempuran antar teman.

D.      Ekologi dan Habitat
Platipus adalah hewan malam dan semi-akuatik. Platipus adalah perenang yang baik dan menghabiskan banyak waktunya di dalam air untuk mencari makanan. Ketika berenang, platipus menutup matanya rapat-rapat dan menyerahkan sisanya kepada indra lainnya. Keempat kaki platipus berselaput. Ketika ia berenang, ia mengayuh dengan menggunakan kedua ekornya dan kedua kaki belakangnya. Platipus memakan cacing, larva serangga, dan yabbie (lobster air tawar) yang digalinya atau ia tangkap pada saat berenang.
Platipus hidup di dataran rendah hutan hujan tropis dan dataran tinggi dari Northen Queensland. Platipus membuat sarang di celah-celah berbatu di bawah akar tumbuhan dekat sungai.


 BAB III
PEMBAHASAN
A.      Keunikan Hewan Mamalia Platipus
1.    Paruh dengan Electroreception

Dunia ilmu pengetahuan semakin bingung dengan kemampuan platipus yang tidak biasa saat berburu mangsa di perairan  dalam tanpa menggunakan penglihatan, suara, atau bau. Pada tahun 1802, Sir Everard Home adalah orang pertama yang  menjelaskan rincian fisiologi monotreme. Hal ini diamati bagian akhir abad ke-20, ketika ditemukan kembali bahwa platypus mempunyai paruh yang luar biasa karena terdapat organ mechano dan elektro sensorik halus yang teratur.
Electroreception memberikan navigasi yang akurat kepada platipus walaupun pada daerah yang cahayanya terbatas, karena adanya pori-pori pada kulit paruh platipus yang  menunjukkan kesamaan morfologi dengan Electroreceptors Ampullary pada ikan listrik. Electroreceptors Ampullary memungkinkan respon terhadap sinyal-sinyal listrik frekuensi rendah yang dihasilkan oleh saraf hewan, hati, dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa fungsi paruh platipus bekerja dengan cara yang sama.

2.    Tidak Mempunyai Perut
Perut adalah tempat proses pencernaan terjadi. Kelenjar pada organ ini mensekresikan enzim yang dikenal sebagai pepsin, yang memecah protein, dan asam kuat yang melembutkan makanan dan membantu enzim bekerja.
Anehnya, kelenjar lambung yang mendefinisikan perut hilang di sejumlah vertebrata berahang yang ditemukan  pada tahun 1805, ahli zoologi Perancis Georges Cuvier menemukan bahwa hilangnya kelenjar lambung banyak terjadi pada jenis teleosts (sejenis ikan ray-bersirip), atau kelompok hidup terbesar ikan, seperti keluarga ikan mas. Sekitar 200 tahun terakhir penelitian menunjukkan bahwa sampai 27 persen, dari semua spesies teleost mungkin tidak mempunyai  perut. Ikan bukan satu-satunya makhluk yang bisa kehilangan perut. Semua monogram, atau bertelur mamalia seperti platipus, juga kehilangan perut mereka selama evolusi.
Para ilmuwan bertanya-tanya alasan hewan-hewan tersebut kehilangan perut. Selain itu, para peneliti juga ingin mengetahui kemungkinan hewan ini menumbuhkan kembali perut mereka satu hari. Karena banyak hewan sekarang memiliki genom mereka, peneliti menyelidiki 14 spesies yang tidak memilik perut untuk melihat apa gen mereka semua mungkin hilang. Para ilmuwan menemukan bahwa dalam 14 spesies yang diperiksa, kehilangan perut itu jelas terkait dengan hilangnya gen.
Para peneliti mencatat hilangnya gen ini menunjukkan penumbuhan kembali perut di spesies ini sangat tidak mungkin. Meskipun spesies ini dapat mengembangkan kembali sifat kompleksnya.
3.    Kaki yang Berselaput
Kaki platipus pendek dan setiap jarinya memiliki lima cakar. Terdapat selaput pada kaki depan membuat mereka mahir berenang. Kaki belakang, yang hanya sebagian berselaput, berperan sebagai kemudi atau penentu arah saat berenang. Ketika keluar dari air,platypus akan melipat selaput di bawah kakinya, untuk mencegah kerusakan dan  mengeluarkan kuku kakinya yang runcing, yang cocok untuk menggali.
Kaki berselaput seperti bebek inilah yang menjadi asal-usul nama dari platypus.karena arti nama dari platypus adalah kaki datar bebek.

4.    Memiliki Taji yang Mematikan
Platipus jantan dewasa memiliki taji yang tersembunyi di pergelangan kaki belakangnya, yang memiliki panjang sekitar 1,5 cm dan langsung terhubung ke kelenjar penghasil racun.
Racun yang dihasilkan kelenjar tersebut mengandung protein dan peptida. Setelah diteliti,ternyata salah satu protein racun platipus yang  telah diidentifikasi dari sel-sel darah merah dari manusia yang terkena racun platipus, ini adalah enzim fosfolipase D, yang dapat ditemukan di beberapa ular, termasuk Australia Tiger Snake, tapi tidak ada mamalia lainnya. Hal ini sangat menunjukkan hubungan evolusi antara platipus dan reptil.
Racun ini cukup ampuh untuk membunuh anjing, tetapi jika manusia hanya menyebabkan sakit dan pembengkakan. Rasa sakit racun platipus di manusia dapat bertahan setidaknya 36 jam dan anggota badan mungkin membengkak dan ruam yang dapat berlangsung selama beberapa bulan.
Platipus menggunakan racunnya untuk mempertahankan diri dari predator dan menarik perhatian platipus betina pada musim kawin.
5.    Tidak Mempunyai Puting
Seperti semua mamalia, platipus menyusui untuk anak-anaknya. Namun, platipus tidak  memiliki puting sama sekali. Platipus betina menghasilkan susu, tapi kelenjar susu mereka tidak menonjol sebagai puting. Sebaliknya, areola (kulit berwarna gelap yang mengelilingi puting payudara) bertindak sebagai tempat keluarnya susu yang mengeluarkan susu seperti kulit yang mengeluarkan keringat. Platipus yang masih bayi dapat langsung meminum susu dari areola ibunya.
6.    Darah yang Tidak Normal
Pada tahun 1999, Connolly telah menemukan bahwa dalam darah platipus mengandung kadar Vitamin D dan A, yang berada jauh di bawah kisaran normal daripada hewan mamalia lain. Hal ini terjadi karena platipus menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah air atau dalam lubang (sarang).
Dibandingkan dengan hewan lain, platipus memiliki volume sel darah merah, eritrosit, dan konsentrasi hemoglobin dan leukosit dalam jumlah yang lebih tinggi.
7.    Ekor Datar Seperti Berang-berang       
                 Saat platipus terkejut, ia akan mengepakkan ekornya di air untuk membuat suara peringatan dan menyelam dengan cepat menggunakan ekornya, seperti kebiasaan berang-berang.
                 Fungsi utama dari ekor platipus adalah untuk menyimpan 50% dari lemak tubuh platipus, sebagai cadangan energi jika platipus tidak menemukan makanan. Platipus betina juga dapat menggunakan ekornya untuk mengumpulkan daun untuk membuat sarang.
http://ipfactly.com/12-duck-billed-platypus-facts/


BAB IV

PENUTUP
A.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan, yaitu:
1.         Platipus dijuluki “The World’s Strangest Animal” yang berarti hewan teraneh di dunia.Karena Platipus mempunyai berbagai keunikan yaitu: paruh dengan electroreception, tidak mempunyai perut, kaki yang berselaput, memiliki taji yang mematikan, tidak mempunyai puting, dan memiliki ekor datar seperti berang-berang.
2.         Platipus dijelaskan secara ilmiah oleh Dr. George Shaw pada tahun 1799 yang akhirnya platipus diakui keberadaanya, karena beberapa sebab keunikannya telah terungkap secara ilmiah.

B.       Saran
                 Berdasarkan kesimpulan yang dikaitkan dari pembahasan bab-bab sebelumnya, penulis mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin dapat berguna bagi para pembaca karya tulis ini:
1.    Diharapkan para pembaca lebih mengenal dan melestarikan platipus.
2.    Untuk peneliti-peneliti sejenis, diharapkan melakukan penelitian lebih mendalam berkaitan dengan platipus. 



DAFTAR PUSTAKA